email:redaksimitranews@yahoo.co.id

NEWS : | Mitra News adalah Media Penghubung Polisi Dengan Masyarkat | kami mohon Saran dan masukan anda demi Polri yang lebih baik Mitra News adalah Media Penghubung Polisi Dengan Masyarkat | Dapatkan Majalah Mitra News secara Gratis, Hubungi bagian sirkulasi kami di Kantor Balai wartawan Polresta Bekasi. Jl. KH Dewantara Jababeka Cikarang - Bekasi
Tampilkan postingan dengan label Laporan Khusus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laporan Khusus. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Januari 2011

GELAR PASUKAN Operasi Lilin Jaya

Dalam rangka pengamanan Natal 2010 dan tahun baru 2011, Polresta Bekasi melakukan Apel gelar Pasukan Operasi Lilin Jaya 2010 di depan Mapolresta Bekasi, Kamis (23/12),. Apel gelar pasukan itu melibatkan seluruh unsur pengaman, mulai dari jajaran TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Jasa Marga, Pemadam Kebakaran, ormas, OKP dan Pramuka.
"Apel ini diadakan untuk mengetahui kesiapan petugas saat perayaan Natal dan Tahun Baru, baik dari aspek personel, materil, sarana komunikasi dan sarana mobilitas lainnya, termasuk pelibatan komponen masyarakat, sehingga terdapat sinergitas antar aparat keamanan dan segenap potensi masyarakat," ucap Bupati Bekasi DR H. Sa’duddin, MM yang menjadi Pembina apel gelar Pasukan Lilin Jaya 2010.
Dia menegaskan, seluruh unsur yang terkait siap menjaga keamanan di wilayah Kabupaten Bekasi.
Untuk itu sesuai konsep pengamanan Natal tahun 2010 dan tahun Baru 2011, Bupati mengharapkan kepada seluruh petugas pengamanan agar senantiasa mengutamakan keterpaduan antar instansi terkait dan mengutamakan pencegahan daripada penegakkan hukum, dan tindakan penegakkan hukum untuk pencegahan serta sebagai operasi pelayanan demi kemanusiaan.

Usai upacara, Bupati Bekasi didampingi Kapolresta Bekasi Kombes Pol Drs. Setija Junianta, M.Hum dan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Mustakim dan unsur muspida lainnya memeriksa kesiapan kendaraan patroli milik petugas Polri, Satpol PP, Dishub, Damkar, PMI, TNI, ormas dan pramuka Saka Bhayangkara didepan Mapolres Bekasi.
Kapolresta Bekasi Kombes Pol Drs Setija Junianta, M.Hum mengatakan, untuk pengamanan Natal dan tahun Baru, Polresta Bekasi mengerahkan 1188 personil gabungan untuk menjaga 115 gereja yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi. 1188 personil itu terdiri dari 967 polisi dan dibantu 221 personil dari unsur TNI, Ormas, Satpol PP, Dishub, Jasamarga dan Pemadam Kebakaran.
Menujrutnya, dari sebanyak 115 gereja yang menjadi target pengamanan, ada tiga titik rawan gereja yang menjadi prioritas pengamanan pihaknya, yakni di Gereja Filadelfia Tambun Utara, Gereja HKBP Kecamatan Cibitung dan Gereja Trinitas Cikarang Selatan.
“Selain mengamankan gereja, kami juga memfokuskan keamanan di 10 titik rawan kejahatan, yakni di tempat kumpul massa, tempat rekreasi, stasiun dan terminal,” ucap Kapolresta.
Selain itu, kendaraan angkutan dan bahan peledak serta tempat rawan kecelakaan dan kejahatan di dalam tol juga termasuk dalam sasaran operasi yang dimulai sejak Kamis (23/11) selama 10 hari. “untuk kejahatan di tol, yang menjadi sasarannya adalah Rest Area KM 19, 28, 33, 34 dan 39,” ucap Kapolres.
Khusus untuk pengamanan Tahun Baru 2011, Polresta Bekasi akan memusatkan pengamanan di delapan titik yang biasa digunakan sebagai tempat kumpul massa dalam jumlah besar. Delapan titik tersebut di antaranya di Perumahan Grand Wisata Tambun Selatan, Perumahan Harapan Indah, SGC, Delta Mas, Lippo Cikarang, Jababeka II dan Kawasan Hyundai.
Kapolresta menghimbau masyarakat agar tidak menggunakan kendaraan terbuka dalam merayakan tahun baru 2011.
Warga pun diingatkan agar tidak memakai perhiasan berlebihan dan jangan mudah terpengaruh oleh provokasi yang tidak jelas.
"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi untuk bisa menjaga kerukunan umat beragama serta bersikap toleransi saling menghargai antar sesama umat beragama," tegasnya.
Bupati Bekasi, DR H. Sa’duddin, MM :
"Apel ini diadakan untuk mengetahui kesiapan petugas saat perayaan Natal dan Tahun Baru"

Selasa, 04 Januari 2011

Kapolresta Bekasi Serius Bahas Kemitraan

Kapolresta Bekasi kombes Pol Drs Setija Junianta, M.Hum serius membahas program kemitraan dengan masyarakat. Hal itu disampaikannya saat beramah tamah dengan pengurus Yayasan Mitra WIbawa Mukti di ruang kerja Kapolresta Bekasi, Kamis (9/12).
Pertemuan yang berlangsung sederhana itu dihadiri Kasat Reskrim Kompol NT Nurohmad, SIk, MSi, Pembina Yayasan MItra Wibawa Mukti, Budiyanto, SPi, pengawas H. Sarim dan ketua yayasan Doni ardon, SH.
Dalam kesempatan pertemuan itu Kapolresta berpesan kepada pengurus Yayasan Mitra Wibawa Mukti agar kerjasama dalam hal penerbitan Majalah MITRA News semakin ditingkatkan dan menjadi media penghubung yang efektif antara polisi dengan masyarakat.
Untuk itu, informasi yang disampaikan tidak hanya seputar kepolisian saja, tetapi juga program pembangunan yang akan dan sedang dilaksanakan pemerintah, termasuk program kerja kelompok masyarakat yang sifatnya positip dalam membantu menjaga harkamtibmas.
“Tentang harkamtibmas ini, diharapkan seluruh masyarakat dapat menjaganya bersama,” himbau Kapolres.
Ditambahkannya lagi bahwa Majalah MITRA News menjadi sangat penting manakala perannya dapat dirasakan oleh masyarakat. Melalui media tersebut, masyarakat dapat melihat betapa beratnya kinerja polisi, bukan hanya sebatas menjaga kamtibmas  dan menangkap pelaku kejahatan saja, tetapi menjaga seluruh aspek kehidupan.
“Saya atas nama Kapolresta Bekasi mengucapkan terima kasih kepada yayasan Mitra Wibawa Mukti atas kepeduliannya dalam mendukung program-program dan kinerja Polri. Kami berharap, yayasan ini dapat terus bermitra dengan Polri, selalu memberikan informasi-informasi yang up to date dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat banyak,” ucap Kapolresta.
Dia menegaskan bahwa keberadaan Majalah Mitra News adalah wujud kepedulian Polri khususnya Polresta Bekasi kepada masyarakat. Sekaligus untuk mempererat tali silaturahmi yang sudah ada agar terbina dengan baik.

Catatan Akhir Tahun Polresta Bekasi

Jajaran Polresta Bekasi menyadari, harus ada kebersamaan antara kepolisian dengan masyarakat untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Kerjasama itu dimulai dari tingkat RT, RW hingga gubernur dan kelompok masyarakat lainnya.


Disamping satuan tugas di lingkup Polres, jajaran Polresta Bekasi memiliki satuan-satuan wilayah berupa kepolisian sektor (polsek). Kesatuan kepolisian yang terakhir ini memang paling dekat dengan masyarakat. Karenanya, sebagai satuan dasar, seorang Kapolsek dipilih secara selektif dengan criteria utama harus menjadi pemimpin kemasyarakatan. “Citra dan keberhasilan Polres akan bergantung dari perilaku dan kinerja anggota Polri pada tingkat polsek dan Bhabinkamtibmas,” ungkap Kasat Binmas Polresta Bekasi, Kompol Basuki Raharjo.
Hal itulah yang menjadikan jajaran Polresta Bekasi melalui Sat Binmas menerapkan program pemberdayaan terhadap potensi masyarakat dengan harapan terjadi kemitraan yang kuat antara aparat Polresta Bekasi dengan masyarakat.
Kasat Binmas mengakui, untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, jajaran Polresta Bekasi memang tak bisa bekerja sendirian, dan harus ada kerjasama dengan aparat terkait, mulai dari tingkat RT, RW, Kepala Desa, Camat dan Bupati serta kelompok masyarakat lainnya. Sebab, di dalam konsep paradigma barunya Polri mengedepankan community policing (Polmas), yang mau tidak mau, di samping melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah, Polresta Bekasi harus bisa pula bekerjasama dengan masyarakat secara umum.
Penjabaran tentang tatacara dan prosedur keikut sertaan masyarakat dalam usaha keamanan, diatur dalam Peraturan Kapolri nomor 24 tahun 2007 tentang sistem manajemen pengamanan dan Peraturan Kapolri nomor 7 tahun 2008 tentang Pemolisian Masyarakat,” terang Kasat Binmas.
Pemolisian Masyarakat, merupakan bagian dari Grand Strategy Polri 2005 – 2025 yang ditujukan untuk membangun kepercayaan masyarakat (Trust Building) dan untuk membangun kemitraan (Partnership Building).
”Nilai-nilai yang terkandung dalam Polmas pada hakekatnya telah diterapkan oleh Polri berdasarkan konsep Sistem Keamanan Swakarsa dan pembinaan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa melalui program-program fungsi pembinaan masyarakat yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat di Indonesia baik di masa lalu maupun di Era Reformasi (Demokrasi dan perlindungan HAM-red),” tutur Kompol Basuki.
Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan adanya perbedaan cara pandang dan cara bertindak dari beberapa kesatuan Polri terutama di kesatuan kewilayahan, sehingga menjadi kontra produktif terhadap tujuan Polmas itu sendiri.
Mensiasati hal tersebut, Sat Binmas Polresta Bekasi tak henti-hentinya mengarahkan seluruh jajaran Binmas Polsek agar Polmas dapat terlaksana dengan efektif dan dapat diharmonisasikan dengan karakteristik dan kondisi masyarakat setempat.
Agar program dan kegiatan Polmas dapat dilaksanakan di seluruh wilayah tugas secara efektif dan efisien, jajaran Sat Binmas Polresta Bekasi turun langsung ke daerah dan melakukan komunikasi intensif antara anggota dengan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan seperti anjangsana (kunjungan dari rumah ke rumah), komunikasi melalui alat telekomunikasi, surat-menyurat, dialog dan melaksanakan diskusi dalam forum-forum komunikasi tertentu sebagai wujud keterbukaan Polri dalam proses pemecahan masalah secara bersama-sama.
“Salah satu wujudnya seperti ketika kasus ledakan tabung gas marak terjadi, Polresta Bekasi mengadakan sosialisasi pengamanan dan penggunaan tabung gas elpiji di tiap-tiap Kecamatan,” ungkap Kasat Binmas.
Lalu, saat kasus penanggulangan hama tikus, Polresta Bekasi mengadakan kegiatan K3 di tiap-tiap desa melalui Bhabinkamtibmas masing-masing, dan juga bersama-sama masyarakat memantau pembangunan jalan lingkungan dari program aspirasi DPRD.
Diakui Kasat Binmas, bila diurut satu persatu, kegiatan Polmas di Kabupaten Bekasi tak akan habis-habisnya, setiap hari selalu ada laporan dari tiap-tiap Bhabinkamtibmas, melalui Polsek jajaran.
“Saat maraknya isu penculikan anak, Bhabinkamtibmas kami tekankan agar dalam setiap rapat minggon di kantor desa dapat memberikan pengarahan kepada masyarakat untuk mewaspadainya,” kata Kasat Binmas.
Berikut ini, kegiatan Polmas yang secara rutin digiatkan Sat Binmas Polresta Bekasi di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi.
1.       Kegiatan K3 dalam rangka penanggulangan hama tikus. kegiatan di lakukan bersama perangkat desa dan petani + 30 orang dibagi menjadi 5 kelompok
2.       Kegiatan pemantauan pembangunan jalan lingkungan dari program aspirasi DPRD
3.       Memberikan pengarahan terhadap situasi yang berkembang akhir-akhir ini melalui rapat minggon Desa dan Kecamatan
4.       Penyuluhan tentang harkamtibmas ,yang dihadiri oleh perangkat desa, tomas dan warga masyarakat
5.       Tatap muka dan memberikan arahan tentang situasi yang berkembang sat ini kepada para tomas, toga dan toda.
6.       Memberikan pengarahan kepada anggota satpam agar meningkatkan kewaspadaan dalam mencegah timbulnya guan tibmas.  
7.       Mengadakan Jum’at bersih dengan membersihkan saluran-saluran air,,untuk antisipasi bencana banjir
8.       Penyuluhan tentang kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba.
9.       Kunjungan ke warga masyarakat dan memberi arahan tentang harkamtibmas
10.    Kunjungan dalam rangka mengantisipasi perkelahian pelajar
11.    Pengarahan dalam rangka menyambut  hari-hari besar keagamaan yang di hadiri oleh perangkat desa,tomas,toga dan toda
Dalam melaksanakan berbagai kegiatan kemitran tersebut, Sat Binmas Polresta Bekasi selalu menekankan prinsip-prinsip profesionalisme. Meskipun sarana dan prasarana belum cukup memadai untuk kebutuhan melaksanakan berbagai kegiatan tersebut, pihaknya tetap berupaya maksimal. Sebab, kegiatan polmas tersebut bukan sekadar kegiatan rutin yang dilaksanakan dari hari ke hari, dari bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun, tapi lebih dari itu ingin menitikberatkan kepada kualitas kinerja dalam menciptakan kepercayaan kepada masyarakat.
Ditambahkan Kasat Binmas, selain melaksanakan kegiatan pencitraan Polri terhadap masyarakat, Polresta Bekasi kerap menggelar kegiatan operasi khusus yang melibatkan semua kesatuan.
Operasi khusus yang dilakukan Polresta Bekasi tersebut sesuai arahan Kapolda Metro Jaya, yakni mulai dari :
·         Operasi Gaktib (Penegakan Ketertiban) dengan sasaran penangan kasus lalulintas, tata tertib, pungutan liar (pungli), pidana, penganiayaan, dan lainnya.
·         Operasi Mantap Brata Jaya, dengan sasaran pelanggaran kampanye oleh partai politik dan pelanggaran tindak pidana pemilu
·         Operasi Kilat Kresna, dengan sasaran kegiatan masyarakat (organisasi) kemasyarakatan.
·         Operasi Sendak, dengan sasaran pelanggaran penyalahgunaan senpi dan bahan peledak.
·         Operasi Ketupat Jaya, dengan sasaran pengamanan Ramadhan dan Idul Fitri.
·         Operasi Antik Jaya untuk memberantas peredaran narkotika.
·         Operasi Dian Jaya untuk mengantisipasi gejolak masyarakat akibat kenaikan harga BBM dan pengoplosan BBM
·         Operasi Curas Jaya, dengan sasaran kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan
·         Operasi Berantas Jaya untuk mengantisipasi kejahatan dengan tindak kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor
·         Operasi Sadar Jaya untuk menggugah masyarakat agar aktif menjaga situasi kamtibmas yang kondusif.
·         Operasi Zebra Simpatik untuk menciptakan kondisi kamtibcarlantas.
·         Operasi Lilin Jaya untuk mengamankan Natal dan Tahun Baru
“Dengan adanya operasi-operasi tersebut, kami berharap adanya peningkatan kesadaran hukum masyarakat dan meningkatnya dukungan informasi masyarakat terhadap Polri,” ungkap Kasat Binmas.
Selain itu juga meningkatnya keberanian masyarakat untuk melaporkan adanya tindak pidana dan masyarakat mau menjadi saksi.

Kamis, 09 Desember 2010

Lemah Abang Akan di bangun Monumen Perjuangan

Wilayah Lemahabang dinilai sarat dengan nilai-nilai perjuangan. Karena itu, Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bekasi berencana membangun monumen perjuangan memperingati peristiwa melawan sekutu pada 19 Desember 1945 di perbatasan Bekasi-Karawang. Rencananya, pembangunan monumen didirikan di sekitar Stasiun Lemahabang.

’’Lokasi dan bentuk monumennya masih dalam tahap penjajakan, tapi berdekatan stasiun lah,’’ ungkap Kepala Disporbudpora Edi Rochyadi. Menurut Edi, peristiwa pertempuran rakyat melawan sekutu (gabungan Inggris dan Gurka) pada 19 Desember 1945 merupakan salah satu bukti peristiwa heroik di Lemahabang. Tapi, Edi tidak menyebutkan siapa tokoh-tokoh didalamnya yang terlibat dan masalah apa yang menyebabkan meletus pertempran itu.

Hanya saja, sambung dia, rencana dibangunnya monument bukan untuk menyaingi untuk menyaingi pembangunan monument KH. Noer Ali yang dikerjakan oleh Distarkim. Menurutnya KH. Noer Ali merupakan fakta sejarah dan bukan hanya di Kabupaten Bekasi semata, melainkan milik Bekasi, baik Kota Bekasi atau Kabupaten Bekasi.

Bahkan sudah menjadi pahlawan nasional. Sementara untuk Lemahabang hanya berada di Kabupaten Bekasi semata. “Ini bukan menyaingi. Lemahabang sekupnya lebih di Kabupaten Bekasi,” papar mantan camat Muara Gembong tersebut.

Edi menjelaskan kalau rencana dibangunnya monument ini semata-mata hanya untuk mengenang sejara semata. Ia tidak mau sejarah yang ada di Lemahabang hilang begitu saja. Sementara generasi muda yang merupakan cikal bakal penerus di negeri ini tidak mengetahui sama sekali.

Akan sangat disayangkan jika nantinya keberadaan Lemahabang hanya dikenal dengan stasiunnya semata. ”Jangan sampailah anak-anak muda nanti gak tahu ada apa dulunya di Lemahabang ini,” jelas lelaki berkacamata tersebut.

Edi berharap ide pembangunan monumen ini bisa segara terwujud dan mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan. Menurutnya dengan adanya monumen setidaknya sejarah yang ada di Lemahabang bisa dikenang sepanjang masa.

Selasa, 30 November 2010

Polresta Bekasi Bagikan Ribuan Paket Daging Qurban


Paket daging qurban itu dibagikan kepada masyarakat kurang mampu dan sangat membutuhkan.
Rabu (17/11), ribuan orang berdatangan ke Masjid DarrulmAmanah Polresta Bekasi sejak pukul 08.00 WIB. Mereka datang dengan membawa kupon yang telah diberikan panitia seminggu sebelumnya dan mengantri di loket khusus yang dilayani anggota Provost dan Polwan Polresta Bekasi.
Salah seorang warga yang ikut dalam antrian pembagian paket daging qurban mengaku dirinya telah mengantri sejak pagi karena takut kehabisan daging qurban. “Tahun kemarin kita juga dibagi paket daging qurban di Polres,” kata Encih (76th), warga yang tinggal di sekitar Mapolresta Bekasi.
Kabag Bina Mitra Polresta Bekasi, Kompol Basuki Raharjo mengatakan , pemotongan hewan qurban dilakukan sejak pukul 07.00 WIB disaksikan Kapolresta Bekasi Kombes Pol Drs Setija Junianta, M.Hum dan para pejabat Polresta Bekasi serta Kapolsek jajaran. Tahun ini, hewan qurban yang dipotong di Mapolresta sebanyak 7 ekor Sapi. Selain itu tiap-tiap Polsek juga melakukan pemotongan hewan qurban dan membagikan paket daging qurban kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ditambahkannya bahwa seluruh anggota terlibat dalam pengemasan dan pembagian daging qurban untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkannya.
“Alhamdulillah berjalan aman dan tertib,” kata Kompol Basuki.
Kapolresta Bekasi Kombes Pol Drs Setija Junianta, M.Hum mengatakan, pembagian daging qurban tersebut merupakan bentuk kepedulian dari jajaran Polresta Bekasi terhadap masyarakat sekitar. “Hewan-hewan tersebut adalah bentuk qurban dari Polres dan seluruh jajaran,” ungkapnya.
Selain melakukan pemotongan di Mapolres, pihaknya juga menyalurkan hewan-hewan qurban ke beberapa tempat, diantaranya Polsek-Polsek, pondok pesantren, panti asuhan dan satuan samping.

Senin, 22 November 2010

Deklrasi Ormas, Antisipasi Bentrok antar Ormas


Upaya mengantisipasi terjadinya bentrokkan antar masyarakat kembali dilakukan Polresta Bekasi. Setelah sebelumnya mengumpulkan tokoh lintas agama untuk mengantisipasi bentrokkan antar umat beragama seperti yang terjadi di Ciketing, Kota Bekasi (baca Mitra News edisi 20), kali ini Polresta Bekasi mengumpulkan tokoh masyarakat, ormas (organisasi kemasyarakatan) dan LSM se Kabupaten Bekasi untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan antar kelompok massa seperti yang terjadi di sejumlah daerah di tanah air. Di hadapan semua unsur muspida yang menghadirinya, yakni Bupati Bekasi DR. H. Sa’duddin, MM, Dandim 0507 Bekasi Letkol Kav. Steve Parengkuan, Kajari Cikarang Undang Mugopal dan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Mustakim, sebanyak 51 Ormas dan LSM berikrar untuk menjadikan Kabupaten Bekasi sebagai daerah yang aman dan kondusif. Pembacaan ikrar dilakukan salah satu perwakilan ormas, Ikapud.
Acara yang digelar di depan Mapolresta Bekasi, Rabu (6/10) sore itu berjalan dengan lancar. Meski hujan tak berhenti sejak Rabu siang, tapi semua undangan dan tokoh masyarakat yang hadir tetap bersemangat mengikuti seluruh rangkaian hingga selesai.
Begitu pun Bupati Bekasi DR. H. Sa’duddin, seakan-akan tidak peduli lagi dengan hujan gerimis yang membasahi sekujur tubuhnya saat memberikan sambutan di hadapan seluruh ormas yang hadir.
“Saya merasa bangga dapat hadir dalam apel besar yang sangat bersejarah ini dan sangat berterimakasih dengan upaya Kapolresta Bekasi untuk mencegah terjadinya bentrokkan antar kelompok masyarakat di Kabupaten Bekasi,” kata Bupati dalam sambutannya.
Menurutnya, pemerintah tidak pernah berharap terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Hari ini Kabupaten Bekasi kondusif, besok pun juga dan selanjutnya saya selalu berharap Kabupaten Bekasi tetap dalam keadaan aman dan kondusif,” ucap Bupati.
Dia mengingatkan bahwa ormas di Kabupaten Bekasi tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Karena itulah, dirinya sangat mengapresiasi tindakan Kapolres dan meminta kepada seluruh ormas yang hadir untuk menjaga komitmen dalam rangka menciptakan kehidupan yang harmonis antar bangsa.
“Saya memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh lapisan masyarakat, para pengurus ormas dan LSM yang telah menjaga ketertiban dan kerukunan masyarakat dan menghimbau untuk selalu meningkatkan keamanan dan keimanan kita kepada Allah SWT,” ujar Bupati.
Usai memberikan sambutannya, acara dilanjutkan dengan pembacaan ikrar oleh perwakilan ormas dari Ikapud dan diakhiri dengan ramah tamah di kantor Polresta Bekasi. 
Kapolresta Bekasi Kombes Pol Drs. Setija Junianta, M.Hum mengatakan bahwa inisiatif mengumpulkan tokoh masyarakat se Kabupaten Bekasi dan sekaligus pembacaan ikrar ormas dan LSM adalah salah satu upaya Polresta Bekasi untuk mengantisipasi terjadinya bentrokkan antar kelompok masyarakat dan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Bekasi.
“Kegiatan ini kami lakukan terutama setelah melihat adanya peristiwa kerusuhan yang terjadi di beberapa daerah di tanah air belakangan ini,” kata Kapolres.
Dalam upaya menciptakan situasi yang kondusif itu, Polresta Bekasi bersinergi dengan TNI.
Sejauh ini, tambah Kombes Setija Junianta, Polresta Bekasi sudah melakukan pemantauan di beberapa daerah di kabupaten Bekasi dan sudah dapat menentukan titik-titik rawan keamanan.
 “Berdasarkan hasil patroli kami, beberapa wilayah yang rawan keamanan itu diantaranya seperti wilayah Cikarang, Cibitung dan Tambun,” kata Kapolres.
Meski begitu, tak menutup kemungkinan wilayah lain pun rawan terjadinya kerusuhan dan bentrokkan antar kelompok masyarakat.
Karena, selain mengumpulkan ormas dan LSM untuk menciptakan situasi yang kondusif, kegiatan patrol kepolisian pun di backup oleh TNI.
“Hal ini sebagai bentuk pengamanan agar situasi kondisuf tetap terjaga dengan baik,” harap Kapolres.
Secara terpisah, Ujang Suryadi, SH, Ade Candra dan Amri, SH yang mewakili Ormas Ikapud menyatakan sangat mendukung upaya Polresta dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukumnya.
“Kami akan selalu menjaga situasi tetap kondusif di Kabupaten Bekasi dan menghindari terjadinya bentrokkan antar kelompok masyarakat,” tegas Ujang Suryadi.
Dai berharap agar ormas lain pun melakukan hal serupa dan saling menghormati satu sama lainnya, sehingga hubungan antar ormas dan LSM senantiasa harmonis.

Kerja Bhakti Cegah Banjir Polsek Tambun Tingkatkan Kemitraan dengan Pokdar Kamtibmas


Di sela-sela melaksanakan tugas pokok sehari-hari, jajaran Polsek Tambun masih meluangkan waktunya melaksanakan bhakti social membersihkan lingkungan yang kumuh dan kotor di sepanjang jalan pengairan Desa Setia Darma Tambun Selatan, Perumahan  Villa Bekasi II Blok B RW 4, 5, 11 dan 12 Desa Sumber Jaya dan lingkungan lainnya yang kerap menjadi langganan banjir. “Bhakti sscial ini kami lakukan bersama muspika setempat seperti pak Camat Tuftana, Danramil dan anggota Pokdar Kamtibmas Polsek Tambun serta masyarakat setempat,” ucap Kapolsek AKP Sutriyono.
Dia mengatakan, selama musim penghujan, wilayah nya kerap menjadi langganan banjir. “Banjir yang terjadi belum lama ini merendam empat desa di wilayah Kecamatan Tambun Selatan, yakni Desa Setia Mekar, Desa Sumber Jaya, Desa Mangun Jaya dan Desa Mekar Sari,” ungkap Kapolsek.
Pihaknya, lantas dengan sigap mendirikan Posko Banjir dan memberikan pengobatan gratis kepada korban banjir serta menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama melakukan kerja bhakti dalam rangka mengurangi dampak banjir di wilayahnya masing-masing.
Kapolsek mengatakan bahwa peran serta masyarakat sangat membantu kinerja kepolisian, khususnya di sektor Tambun. Itulah sebabnya, Kapolsek sangat antusias dengan keberadaan Pokdar Kamtibmas di wilayah hukumnya dan semakin meningkatkan kemitraan yang telah terjalin selama ini.
“Jajaran Polsek Tambun telah membangun kembali jaringan kemitraan dengan Pokdar Kamtibmas yang selama ini dirasakan belum optimal,” ungkap Kapolsek.
Kini, dari 18 desa dan kelurahan yang ada di wilayah hukum Polsek Tambun, tercatat ada 11 Sub sektor dengan jumlah anggota sebanyak 184 orang. “Kemungkinan akan bertambah lagi jumlahnya hingga 50 orang,” kata Kapolsek.
Dia mengatakan, kegiatan kemitraan yang telah dilakukan oleh jajaran Polsek Tambun dengan Pokdar Kamtibmas antara lain kegiatan Siskamling, Pos Pam, donor darah, pengobatan gratis, bantuan korban banjir, kerja bhakti social dan membantu masyarakat miskin di wilaha Tambun.
Belum lama ini, Kapolsek melantik anggota baru sebanyak 11 orang dan memberikan piagam penghargaan kepada 86 anggota Pokdar Kamtibmas Polsek Tambun yang telah membantu pihaknya dalam mensukseskan Operasi Ketupat Jaya 2010 dan turut serta dalam kegiatan bhakti social mencegah banjir.

Minggu, 21 November 2010

Banjir yang Melanda Muara Gembong


Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi selama beberapa pekan di bulan Oktober 2010 menyisakan sejumlah kisah pilu. Selain menyebabkan ratusan rumah terendam banjir hingga warga terpaksa mengungsi di Masjid dan Musholla terdekat, lalu para petani terancam gagal panen akibat sawahnya mengalami puso. Tambak ikan milik warga pun mengalami kerugian dan kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah terganggu. Banyak siswa yang tidak masuk sekolah karena bangunan sekolah terendam banjir. Ditambah lagi, warga sudah mulai diserang berbagai penyakit seperti gatal-gatal, diare, demam, batuk dan sakit mata.
Sekretaris Desa (Sekdes) Pantaimekar, Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi, Iwan mengungkapkan, selama delapan bulan ke belakang, wilayahnya memang tak pernah berhenti diterpa banjir. Hal itu selain karena luapan air sungai Citarum, juga akibat terjadinya pasang laut.
“Daratan Muaragembong memang paling rendah dibandingkan wilayah lainnya di Kabupaten Bekasi,” kata Iwan. Terlebih, Desa Pantai Mekar letaknya persis berada di wilayah hilir dan muara sejumlah sungai di Kabupaten Bekasi. Sehingga, bila hujan mengguyur tiada henti dan air laut mengalami pasang, maka ratusan rumah akan langsung terendam banjir hingga sedalam 8 cm.
Ditambahkan Iwan, banjir yang terjadi di wilayahnya juga telah menyebabkan jalan desa sepanjang 12 kilometer mengalami kerusakan yang cukup parah. Akibatnya, aktivitas warga menjadi terhambat dan roda perekonomian berhenti secara otomatis.
“Pemerintah harus secepatnya membuat tanggul yang baik untuk menahan luapan air dan mengirimkan perahu sekoci ke Desa pantai Mekar untuk mengevakuasi warga yang rumahnya terendam banjir,” harap Iwan. Karena bila hal itu tidak dilakukan dengan segera, maka masyarakat Pantaimekar akan selamanya menjadi langganan banjir.
Tak jauh dari Iwan, salah seorang pengusaha tambak di Desa Pantaimekar tengah berduka akibat banjir yang mengenangi 7 hektar tambak Ikan dan Udang miliknya. “Arus banjir telah menghanyutkan Ikan Bandeng yang baru berumur tiga bulan dan Udang yang sudah berumur dua bulan,” keluh Kartiwa (60th).
Menurutnya, dia sudah berusaha mengambil Ikan dan Udang yang hanyut itu, tapi susah didapat karena arusnya cukup deras. “Saya hanya bisa pasrah pak..dan tahun ini terpaksa rugi besar tanpa mendapat untung sedikit pun,” lirih lelaki yang sudah beranak cucu ini.
Senada dengan derita warga Desa Pantaimekar, musibah banjir juga menebar derita bagi warga yang tinggal di Desa Jayabakti, Kecamatan Muaragembong. Derita yang dialami warga Desa Jayabakti, khususnya kalangan petani adalah terancamnya gagal panen.
“Akibat luapan Sungai Citarum dan Kali Ciherang, tanaman padi warga mengalami kerusakan,” ucap Nawawi, tokoh masyarakat setempat.
Dia menjelaskan, selama beberapa bulan ini hujan mengguyur wilayah Desa Jayabakti hampir setiap hari. “Curah hujan tahun ini sangat ekstrim dan tidak dapat diprediksi,” kata Nawawi. Hingga saat ini saja, lanjut dia, ratusan hektar sawah terendam air hujan hingga kedalaman 70 sentimeter dari permukaan tanah. Bila hal itu dibiarkan, maka dapat dipastikan tanaman padi warga akan membusuk dan petani mengalami gagal panen.
Nawawi berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pertanian dapat mendampingi petani di wilayahnya dan membantu segala permasalahan yang tengah dihadapi. “Semoga Pemkab Bekasi peka untuk melakukan penanggulangan banjir yang setiap tahun rutin melanda wilayah Muaragembong,” ucapnya.
Kapolsek Muaragembong mengakui, musibah banjir yang terjadi di wilayah hukumnya memang sangat memprihatinkan. “Akses transportasi terhambat di wilayah kami karena jalan digenangi air setinggi lima puluh centimeter,” ucapnya.
Tak hanya itu, warga pun kini mulai diserang berbagai penyakit seperti gatal-gatal, diare, demam, batuk dan mata merah.
Untuk mengantisipasi masalah kesehatan lebih meluas dan sekaligus membantu warga yang terkena musibah banjir, Polsek Muaragembong telah membentuk Posko Kesehatan di seluruh Desa di Kecamatan Muaragembong.
Sementara itu, banjir di Kecamatan Tambun Selatan merendam empat desa, yakni Desa Setia Mekar, Desa Sumber Jaya, Desa Mangun Jaya dan Desa Mekar Sari.
Banjir terparah di wilayah ini terutama di Desa Mekar Sari. Tinggi air sudah mencapai 1 meter lebih atau sebatas leher orang dewasa. Puluhan warga yang rumahnya terendam terpaksa mengungsi di Masjid dan Musholla terdekat sambil menunggu bantuan.
Adapun terparah kedua yakni di Desa Setia Mekar, tepatnya di Perumahan Papan Mas. Di wilayah ini, genangan air sudah mencapai sekitar satu meter dan masuk ke dalam rumah warga. Saking derasnya aliran air, warga terpaksa menggunakan tambang untuk melintasi pertigaan jalan Bangau Putih, Perumahan Papan Mas.
Camat Tambun Selatan, Drs. Tuftana, MM mengatakan banjir di Desa Setia Mekar disebabkan luapan Kali Jambe yang melintas di wilayah Papan Mas. Diduga, debit air di kali tersebut meninggi lantaran banjir kiriman dari wilayah Bogor.
Untuk membantu warga, pihaknya mengaku sudah menurunkan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang rumahnya terendam banjir. Selain itu tim medis juga diturunkan di desa dan wilayah yang menjadi korban banjir.
Camat mengatakan, sebenarnya berbagai upaya telah dilakukan untuk mencegah banjir datang seperti pengerukkan Kali Jambe. Namun, karena Desa Setia Mekar wilayahnya lebih rendah dan ditambah banjir kiriman dari Bogor, maka banjir pun tak dapat dihindari.
Dia menyarankan, sebaiknya pengerukan Kali Jambe tidak hanya dilakukan di wilayah nya saja, tetapi harus sampai ke Muara Gembong.

Minggu, 24 Oktober 2010

Mutasi Enam Kapolsek dan kenaikan pangkat

Mutasi Enam Kapolsek dan kenaikan pangkat di Jajaran Polres metro Bekasi Kabupaten di laksanakan di lapangan Polres metro bekasi kabupaten hari ini, sabtu (23/10). Acara tersebut berlangsung lancar dan penuh haru yang juga di hadiri oleh enam kapolsek lama dan baru. Kini enam Polsek akan di pimpin kapolsek berpangkat Komisaris Polisi ( Kompol)
Kapolres metro Bekasi kabupaten Kombel Pol. Setija Junianta, yang memimpin langsung acara tersebut mengatakan  
“ berdasarkan surat telegram dari Polda Metro Jaya, kini ada enam polsek yang tadinya di pimpin oleh Kapolsek berpangkat AKP, sekarang di pimpin kapolsek berpangkat Kompol”
Enam Kapolsek yang dimutasi dan dinaikkan pangkatnya antara lain, Kapolsek Cibitung AKP M Jhoni sekarang pangkatnya menjadi Kompol dan tetap menjabat di tempat yang sama. AKP Yan Patra Tambunan yang tadinya menjabat sebagai Kapolsek Serang Baru sekarang menduduki Kapolsek Cikarang Timur dengan pangkat Kompol. Kemudian AKP Badri, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakasat Reskrim Polres Bekasi Kabupaten, kini pangkatnya dinaikkan menjadi Kompol dan sekarang menjabat sebagai Kapolsek Babelan.
Kapolsek Tambun AKP Sutriyono pangkatnya naik menjadi Kompol dan tidak dipindahkan. Sementara Kapolsek Cikarang Selatan sekarang dijabat oleh Kompol Dhoni yang sebelumnya bertugas di Polda Metro Jaya. Dan Kapolsek Karang Asih kini dijabat oleh Kompol Moch Saiful Bahri yang tadinya sebagai Kaden Pamobvit Polres Bekasi Kabupaten.

 
Free Host | lasik surgery new york